Fundraising 2007/Testimonials/The Wikipedia challenge - translation/id

From Meta, a Wikimedia project coordination wiki
Jump to navigation Jump to search

Need help? See the Translation FAQ or Meta:Babylon. All translators should also subscribe to translators-l to be kept up-to-date (and to ask questions).

Tantangan Wikipedia[edit]

Lebih dari separuh bahasa di dunia sedang menuju kepada kepunahan. Walaupun Wikipedia sudah tersedia dalam 250 bahasa, masih ada sekitar 7.000 lagi bahasa di dunia. Teknologi seperti Wikipedia memainkan peranan penting dalam memperjuangkan keberadaan mereka. Ini berarti masih sangat banyak pekerjaan bagi ensiklopedia online ini.

Wikipedia, ensiklopedia online, saat ini tersedia dalam 250 bahasa. Setiap versi bahasa Wikipedia diatur oleh komunitasnya sendiri dan dimulai oleh pengguna asli bahasa tersebut masing-masing. Untuk banyak komunitas, hal ini memiliki efek yang dahsyat, termasuk membawa bahasa-bahasa minoritas ke arena digital.

"Bengali berada pada peringkat ketujuh dalam jumlah pengguna aslinya. Tapi sebagai negara berkembang [Bangladesh] berada jauh di belakang negara-negara lain akibat jurang pemisah digital yang sangat besar. Wikipedia Bengali adalah situs web terbesar dalam bahasa Bengali. Proyek ini melayani sebagai sumber informasi yang menopang jutaan anak-anak pedesaan yang miskin, yang tidak mampu membeli bahkan satu volume buku ensiklopedia. Juga, sangat luar biasa rasanya melihat bahasa ibu saya ada dalam bentuk digital," kata Belayet Hossain, kontributor Wikipedia Bengali.

Walaupun ke-250 versi bahasa Wikipedia sudah merupakan suatu kesuksesan, angka ini hanya mewakili sedikit saja dari seluruh bahasa di dunia. Ada sekitar 7.000 bahasa di dunia saat ini, dengan separuhnya sedang sekarat pada tingkat yang mengkhawatirkan.

David Harrison, salah satu pendiri dari Living Tongues Institute for Endangered Languages, adalah salah satu ahli bahasa terkemuka tingkat dunia yang mendedikasikan dirinya untuk melindungi bahasa-bahasa dari kepunahan. Ia memiliki satu tantangan bagi Wikipedia.

"Wikipedia telah menyorongkan sebuah kaca pembesar bagi satu sudut semesta. Apa yang mereka temukan sangatlah menarik, tapi jangan melupakan sisanya. Tantangan saya adalah - tingkatkan jumlah Wikipedia dalam bahasa-bahasa yang bukan bahasa "tingkat atas", dan bantu membuka jalan agar bahasa-bahasa minoritas dapat masuk ke sistem unicode," kata Harrison.

Untuk beberapa bahasa, kata Harrison, Wikipedia akan memainkan peranan dalam merevitalisasi dan mengangkat mereka dalam kepunahan. Ia percaya bahwa ini merupakan pekerjaan penting mengingat banyaknya pengetahuan umat manusia yang turut hilang setiap kali sebuah bahasa punah.

"Ada harga untuk setiap informasi pengetahuan yang dapat Anda temukan dalam bahasa-bahasa. Setiap bahasa mengajarkan kita rahasia bagaimana manusia bertahan hidup. Saat satu bahasa punah, kita kehilangan pengetahuan dan kebudayaan berabad-abad," kata Harrison.

Banyak alasan mengapa suatu bahasa punah, terutama dikarenakan penggunanya masuk ke komunitas dengan bahasa yang lebih dominan, seperti dalam sekolah, televisi, dan lain-lain. Kecenderungan ini lebih diperparah dengan masuknya teknologi seperti internet yang cenderung menggunakan bahasa "global" tertentu. Hal ini juga didorong dengan tidak termasuknya bahasa-bahasa tertentu dalam sistem Unicode.

"Banyak anak-anak yang pada mulanya bilingual, kemudian mengabaikan bahasa yang mereka gunakan di rumah akibat jarangnya digunakan di dunia modern. Contoh kasusnya dapat ditemukan untuk anak-anak yang menggunakan bahasa Maya di rumah, tapi menghadapi bahasa Spanyol sepanjang harinya. Akibatnya, mereka berpikir bahwa jika hanya orang tua mereka yang berbicara dalam bahasa X, pastilah bahasa itu hanya bahasa rendahan, dan bahasa yang mereka temui di luaran, bahasa global, adalah masa depan. Cara untuk menghindari masalah ini adalah dengan membawa mereka melihat bahasa mereka di medium berteknologi tinggi, seperti Wikipedia," jelas Harrison.

Namun demikian, Harrison dengan hati-hati menekankan bahwa teknologi masih menjadi ranah bahasa-bahasa literatur. Ini menjadi hambatan, mengingat besarnya persentase bahasa di dunia yang tidak memiliki sistem tulisan. Ketiadaan material tertulis ini, sayangnya, juga menjadi penyebab cepatnya bahasa-bahasa "oral" itu terbawa ke kepunahan.

"Tulisan tidaklah digunakan di semua bahasa, sehingga muncul sebuah tantangan menarik. Akan sangat menarik untuk melihat bagaimana Wikipedia menangani hal seperti ini. Namun demikian, saya terus menaruh harapan yang tinggi bahwa teknologi seperti Wikipedia dapat membuka jalan, sebagaimana Wikipedia dalam bahasa-bahasa yang minoritas telah melakukan hal-hal yang hebat, tapi masih banyak sekali yang masih dapat dilakukan," nyata Harrison.----

Keterangan gambar:
Lebih dari separuh bahasa di dunia sedang menuju kepunahan.