Jump to content

Jangan jadi orang brengsek

From Meta, a Wikimedia project coordination wiki
(Redirected from Jangan jadi kontol)
In other languages: català (ca) · Deutsch (de) · English (en) · español (es) · العربية (ar) · français (fr) · italiano (it) · norsk bokmål (nb) · polski (pl) · português (pt) · lietuvių (lt) · suomi (fi) · русский (ru) · 日本語 (ja) · فارسی (fa) · Bahasa Indonesia (id) · 中文(简体) (zh-hans) · 中文(繁體) (zh-hant) · +/−

Jangan jadi orang brengsek, dan melakukan tindakan-tindakan yang menyebalkan. Ini adalah salah satu akibat dari mengabaikan semua aturan, dan sebagian besar aturan perilaku merupakan kasus khusus dari aturan ini.

Dasar-dasar

[edit]
Menurut WikiKucing, tidak apa-apa jika tidak menyukai sesuatu! Yang penting, jangan jadi brengsek

"Jangan jadi orang brengsek" adalah aturan dasar di semua ruang sosial. "Orang brengsek" adalah kata ganti umpatan untuk setiap orang menyebalkan yang tidak bisa bersosialisasi dengan baik, jika Anda tidak bisa bersosialisasi dengan baik, sebaiknya diam dan jangan bersikap menyebalkan (alias "brengsek!"). Setiap kebijakan lain untuk bergaul dengan orang lain adalah kasus khusus dari aturan ini. Meskipun membatasi atau memblokir seseorang karena sikap brengsek itu tidak disarankan (karena itu sendiri merupakan contoh dari sikap mengontol), bersikap brengsek tetap merupakan ide yang buruk. Jadi janganlah menjadi salah satunya. Jika sejumlah besar orang yang berakal sehat memberitahu Anda, baik secara terus terang maupun sopan, bahwa Anda adalah salah satu orang brengsek di Republik ini, kemungkinan besar Anda tidak sepenuhnya benar-benar brengsek.

Posisi benar Anda terhadap suatu masalah tidak berhubungan dengan perilaku Anda! Orang brengsek sering kali benar—tetapi mereka tetap saja brengsek. Jika ada sesuatu dalam perkataan mereka yang layak didengar, itu tidak akan didengar karena tidak ada yang suka mendengarkan mereka. Tidak peduli seberapa benar mereka.

Sikap brengsek tidak sama dengan bersikap tidak sopan atau tidak beradab (meskipun ketidaksopanan dan kekasaran sering menyertai sikap brengsek). Seseorang dapat bersikap sangat sopan dan mengikuti semua aturan etiket namun tetap saja bersikap mengontol. Tindakan mengontol secara sopan ini misalnya, termasuk hal-hal seperti dengan sengaja (tapi sopan) menyoroti kesalahan kecil dalam ejaan atau tata bahasa dari komentar lawan bicara, bertele-tele, atau mengabaikan perbedaan Chomskian antara kompetensi bahasa dan kinerja bahasa. Bersikap sopan dan santun berarti Anda memperlihatkan rasa hormat kepada orang lain (misalnya dengan tidak menonjolkan masalah tata bahasa yang tidak perlu), bahkan saat Anda dalam posisi benar.

Hargai orang lain meskipun Anda tidak setuju. Terkadang senjata terbaik adalah melucuti lawan Anda dengan melucuti diri Anda sendiri (melalui perilaku sopan dan konstruktif), mengubah lawan menjadi kawan. Menaklukkan lawan tanpa bertarung bukan hanya bentuk penguasaan tertinggi, tetapi juga solusi yang jitu bagi semua editor yang terlibat serta ensiklopedia. Sun Zi pernah berkata: "Jika Anda mengenal musuh dan mengenal diri sendiri, Anda tidak perlu takut akan hasil dari seratus pertempuran."

Menghadapi tuduhan kebrengsekan

[edit]

Jika Anda dicap sebagai orang brengsek, terutama jika hal itu dikatakan kepada Anda oleh beberapa orang dalam komunitas tertentu, sebaiknya Anda mempertimbangkan kemungkinan bahwa tuduhan tersebut setidaknya mengandung sebagian kebenaran. Artinya, sedikit banyak Anda memang brengsek, walau tidak banyak. Jika Anda menduga bahwa Anda mungkin memiliki masalah, langkah pertama adalah menyadarinya. Tanyakan pada diri Anda sendiri perilaku apa yang mungkin menyebabkan munculnya persepsi ini, dan jika Anda tidak dapat mengatasinya, mintalah dengan sopan kepada mereka yang merasakannya untuk menjelaskan atau mengklarifikasi apa yang menyebabkan mereka memandang Anda sebagai orang brengsek. Setelah Anda menentukan perilaku mana yang menyebabkan masalah, cobalah untuk mengubah sikap dan cara penyampaian Anda. Secara khusus, cobalah identifikasi bagian mana dari cara penyampaian Anda yang terasa kasar untuk orang lain, dan gantilah dengan cara penyampaian yang lebih lembut.

Periksa ulang motivasi Anda. Apakah Anda di sini benar-benar untuk berkontribusi dan membuat proyek ini berjalan dengan baik? Atau apakah tujuan Anda sebenarnya adalah untuk menemukan kesalahan orang lain, untuk mengampanyekan pandangan Anda, atau untuk menjadi orang yang memegang kendali? Mungkin secara diam-diam di dalam hati, Anda bahkan menikmati sensasi dari sedikit konfrontasi. Ini mungkin tidak langsung menjadikan Anda sebagai orang jahat, tetapi bagi setiap orang yang berfokus mencoba membangun sesuatu yang hebat, Anda justru menjadi penghalang. Orang-orang menjadi frustrasi, muncul rasa dendam dan iri hati, suasana berubah, dan seluruh proyek menjadi sia-sia. Anda ini sebenarnya mau apa, sih? Mau berkontribusi atau mau main raja-rajaan?

Cara berdamai dengan orang lain

[edit]

Mengatakan "jangan jadi orang brengsek" kepada seseorang secara langsung adalah tindakan yang jelas salah—terutama dalam kasus orang yang Anda kata-katai rupanya dalam posisi benar. Mengata-ngatai mereka justru akan membuat mereka kesal kepada Anda dan mengurangi kemungkinan mereka untuk mendengarkan apa yang akan Anda katakan. Kalau situasi sudah begini, sekarang siapa yang brengsek?

Fokus pada perilaku, bukan pada individu. Katakan apa yang Anda inginkan dan mengapa Anda menginginkannya. Katakan mengapa menurut Anda perilaku orang lain itu kontraproduktif. Asumsikan niat baik semaksimal mungkin. Jika Anda tidak mengerti mengapa seseorang melakukan sesuatu, tanyakan. Jangan terburu-buru mengeluh sampai Anda yakin bahwa negosiasi dengan itikad baik tidak akan berhasil. Pahami orang lain dulu sebelum bersikeras untuk dipahami.

Ingatlah bahwa persepsi Anda bisa saja salah. Jika lawan bicara Anda menulis dalam bahasa yang tidak dikenal oleh Anda, atau memiliki latar belakang budaya yang berbeda, asumsikan bahwa Anda mungkin hanya salah dalam memahami maksudnya, dan maksud sebenarnya mungkin berbeda dari apa yang Anda bayangkan.

Yang terpenting, bersikaplah tulus. Jangan bertanya jika Anda tahu jawabannya. Jangan katakan Anda menginginkan sesuatu jika Anda menginginkan hal yang lain. Jangan mencoba meyakinkan orang lain tentang hal-hal yang tidak benar. Dan jangan menanggapi sikap mengontol serupa dari orang lain, tidak peduli seberapa menggodanya brengsek itu.

Lihat pula

[edit]
Versi lisan
Esai ini juga tersedia dalam versi lisan.

Pranala luar

[edit]