Jump to content

Wiki Batu Basurek/References

From Meta, a Wikimedia project coordination wiki

Halaman ini memuat referensi, templat, wikidata, dan kategori yang dapat dipakai dalam proyek ini.

This page contains references, templates, wikidata, and categories that can be used in this project.

References

[edit]
No. Reference Note[1]
1 Abidin, Mas'oed (2005). Ensiklopedi Minangkabau. Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau. ISBN 9793797231, 9789793797236.
2 Bonatz, Dominik; Miksic, John; Neidel, J. David (2009). From Distant Tales: Archaeology and Ethnohistory in the Highlands of Sumatra. Cambridge Scholars Publishing. ISBN 1443807842, 9781443807845. p. 239. Buku ini menjelaskan berbagai aspek arkeologi dan sejarah etnis di Dataran Tinggi Sumatra. Dapat digunakan sebagai referensi umum, khususnya untuk memahami konteks tentang tokoh Adityawarman dan prasasti-prasastinya.
3 Brandes, J.L.A.; Krom, N.J. (1913). Oud-Javaansche Oorkonden: Nagelaten Transscripties van wijlen Dr. J.L.A. Brandes, uitgegeven door Dr. N.J Krom. Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, No. CXXII, Albrecht & Co. (Batavia); Martinus Nijhoff ('s-Gravenhage) P-I (hlm.258-259, di sini disebut BG saja tanpa urutan), P-VI (hlm.260, di sini disebut KBG saja tanpa urutan)
4 Chandra, Dodi (2019-02-22). "Lambang Raja Adityawarman (1347-1374 M): Sebuah Deskripsi Awal". Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat. Diakses tanggal 2025-07-11. P-I (hlm.2-3), P-II (hlm.3), P-III (hlm.3-4), P-IV (hlm.4). Telaah tentang arti lambang-lambang tersebut dapat dibaca dari hlm.7-10
5 Cœdès, George (1968). The Indianized States of Southeast Asia. University of Malaya Press. ISBN 9780824803681. Catatan dan kronik Tiongkok serta Nagarakretagama menunjukkan Adityawarman dan Minangkabau di Sumatra sebagai salah satu penerus Sriwijaya pada pertengahan abad ke-14 (hlm.232, 242-245, 361, 366-367) ~ temporary link
6 de Casparis, J. G. (1991). The use of Sanskrit inscriptions of Indonesia and Malaysia in "Panels of the VIIth World Sanskrit Conference: Sanskrit Outside India" (illustrated ed.). BRILL. pp. 29-45. ISBN 9004094261, 9789004094260. P-I (hlm.45, di sini disebut BG sana tanpa urutan)
7 Griffiths, Arlo (2012). Inscriptions of Sumatra: II. Short Epigraphs in Old Javanese. Wacana Journal of the Humanities of Indonesia. 14 (2): 197–214. doi:10.17510/wjhi.v14i2.61 P-VI (hlm.197-201, di sini disebut KBG-II), P-VII (hlm.201, di sini disebut G-II)
8 Hall, D.G.E. (1981). History of South East Asia. Macmillan International Higher Education. ISBN 9781349165216. p. 99. Tentang Adityawarman dan hubungannya dengan Majapahit (hlm.99-100)
9 Hunter, Thomas M. (2015). Sanskrit in a Distant Land: The Sanskritized Sections, In: Kozok, Uli (2015). "A 14th Century Malay Code of Laws: The Nitisarasamuccaya". Vol. 16 of Nalanda-Sriwijaya Series. Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 981-4459-74-7, 978-981-4459-74-7. pp.281-359. P-I (hlm.303, 310, 357), P-VII (hlm.303, di sini disebut G-I)
10 Hardjowardojo, R. Pitono (1966). Adityawarman: sebuah studi tentang tokoh nasional dari abad XIV. Jakarta: Bhratara Karya Aksara. P-I (hlm.15-17,28,41,44, di sini disebut BG-I), P-III (hlm.9-10,40, di sini disebut KBG-I) ~ temporary link
11 Istiawan, Budi (2006). Selintas Prasasti dari Melayu Kuno (1st ed.). Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Batusangkar (Wilayah Kerja Provinsi Sumatera Barat dan Riau), p. 3-25 P-I (hlm.3-8), P-II (hlm.9-11), P-III (hlm.12-13), P-IV (hlm.14), P-V (hlm.15-16), P-VI (hlm.17-18), P-VII (hlm.19-22), P-VIII (hlm.23-24), P-IX (hlm.25)
12 Kern, H. (1917). Verspreide Geschriften, Vol. VI. Martinus Nijhoff ('s-Gravenhage) P-I (hlm.261-263), P-III (hlm.255-256). Ditulis dalam bahasa Belanda.
13 Kern, H. (1917). Verspreide Geschriften, Vol. VII. Martinus Nijhoff ('s-Gravenhage) Tentang hubungan Adityawarman dan istana Majapahit, serta Prasasti Amoghapasa dan Prasasti Kuburajo. Ditulis dalam bahasa Belanda.
14 Kozok, Uli (2006). Kitab undang-undang Tanjung Tanah: naskah Melayu yang tertua. Yayasan Obor Indonesia. ISBN 978-979-461-603-1. P-VII (hlm.36). Selain itu banyak menyebut hubungan kerajaan Adityawarman dengan Singhasari, Majapahit, Dharmasraya, dan Kerinci.
15 Krom, N.J. (1912). Inventaris der Oudheden in de Padangsche Bovenlanden, Oudheidkundig Verslag 1912 Daftar abklats prasasti-prasasti di Sumatra Barat (Bijlage F: hlm.32). Pg (Bijlage G: hlm.45). Ditulis dalam bahasa Belanda. Terjemahan bahasa Inggris: ~temporary link
16 Kulke, H. (2009). Adityavarman’s Highland Kingdom. In Bonatz, Dominik; Miksic, John; Neidel, J. David (2009). From Distant Tales: Archaeology and Ethnohistory in the Highlands of Sumatra, pp. 229–252. (see above Bonatz et. al) P-I (hlm.234, 239-241) , P-III (hlm.233), P-VII (hlm.239-240)
17 Kusumadewi, Sri Ambari (2012). Adityawarman (1347-1374 Masehi): Kajian Epigrafi. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. P-I (hlm.13-16), P-II (hlm.18-19), P-III (hlm.34), P-IV (hlm.27), P-V (hlm.28), P-VI (hlm.35), P-VII (hlm.36), P-IX (hlm.38). Kajian perkembangan aksara, jenis, tatabahasa, serta ornamen tersebar di seluruh makalah, jadi harus dibaca. Termasuk P-VIII juga disebutkan selintas di beberapa tempat.
18 Miksic, John N. (1987). From Seri Vijaya to Melaka "Batu Tagak" in Historical and Cultural Context in Journal of the Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society, Vol. 60, No. 2 (253), pp. 1-42. P-VIII (hlm.9, 18)
19 Miksic, John (2015). Kerinci and the Ancient History of Jambi, in: Kozok, Uli (2015). "A 14th Century Malay Code of Laws: The Nitisarasamuccaya". Vol. 16 of Nalanda-Sriwijaya Series. Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 981-4459-74-7, 978-981-4459-74-7. pp.17-43. P-I (hlm.36), P-II (hlm.37), P-III (hlm.37), P-IV (hlm.37), P-V (hlm.37), P-VI (hlm.37), P-VII (hlm.38), P-VIII (hlm.38), P-IX (hlm.38)
21 Muljana, Slamet (2005). Runtuhnya kerajaan Hindu-Jawa dan timbulnya negara-negara Islam di Nusantara (reprint ed.). LKiS Pelangi Aksara. p. 8. ISBN 9798451163, 9789798451164. P-I (hlm.8-9, di sini disebut BG dan P saja, tanpa nomor urutan)
22 Nilakanta Sastri, K.A. (1949). History of Sri Vijaya. University of Madras, p. 136 Pendapat Nilakanta Sastri bahwa bahasa Sanskerta yang digunakan pada Prasasti Amoghapasa dan prasasti-prasasti lain di Sumatra abad ke-14 sudah tidak murni sehingga sulit diterjemahkan secara biasa. (hlm.136)
23 Reichle, Natasha (2007). Violence and serenity: late Buddhist sculpture from Indonesia. University of Hawai'i Press. ISBN 978-0824829247. P-I (hlm.201, di sini disebut BG tanpa urutan)
24 Salleh, Abdul Razak; Ramza, Harry; Abdul Kadir, Mohammad Alinor (Dr.) (2015). Diaspora Adat dan Kekerabatan Alam Minangkabau: Sebuah Kepelbagaian Kajian Pemikiran. Vol. 1. Penerbit Kemala Indonesia. ISBN 6021478126, 9786021478127. p. 83-84. P-I (hlm.83-84, di sini disebut BG saja tanpa urutan), P-III (hlm.83, di sini disebut KBG saja tanpa urutan), P-VII (hlm.82, di sini disebut P saja tanpa urutan)
25 Schnitger, F.M. (1937). The archaeology of Hindoo Sumatra. Leiden: E.J. Brill. P-I (hlm.13, di sini disebut BG saja tanpa nomor urut)
26 Setiawan, Taufiqurrahman; Susilowati, Nenggih; Hidayati, Dyah; Soedewo, Ery, dkk.; Oetomo, Repelita Wahyu; Chandra, Dody; Nasoichah, Churmatin; Koestoro, Lucas Partanda (2016). Sumatera Barat: Catatan Sejarah & Arkeologi. Bina Media Perintis (Medan). ISBN 978-979-751-682-6 P-I (hlm.112-113), P-II (hlm.114), P-III (hlm.114), P-IV (hlm.115).
27 Suhadi, Machi (1990). Silsilah Adityawarman, in "Saraswati Esai-esai Arkeologi". Kalpataru, Majalah Arkeologi No. 9. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. pp. 218-232 P-I (hlm.220, di sini disebut BG-II, seharusnya BG-I), P-II (hlm.227, di sini disebut P-IX), P-III (hlm.220, di sini disebut KBG saja tanpa nomor urut), P-V (hlm.225, di sini disebut P-XI), P-VII (hlm.224-225, di sini disebut P-II)
28 Suleiman, Satyawati (1977). The Archaeology and History of West Sumatra. Bulletin of the Research Center of Archeology of Indonesia (12). P-I (hlm.4-5, di sini disebut P saja tanpa urutan)
29 Tjoa-Bonatz, Mai Lin (2019). A View from the Highlands: Archaeology and Settlement History of West Sumatra, Indonesia. ISEAS-Yusof Ishak Institute. ISBN 978-981-4843-02-7, p. 57 P-IV (hlm.37, di sini disebut G-I), asal-usul prasasti-prasasti Pagaruyung (hlm.43), P-VIII (hlm.57-58, di sini disebut juga dengan nama Pg-II), Pg (hlm.4, 57, di sini disebut juga aliasnya sebagai Pg-I)
30 Utomo, Bambang Budi; Sudarman (2018). Budaya India di Minangkabau: Studi Analisis Terhadap Artefak di Tanah Datar dan Wilayah Sekitarnya in Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, Vol. VIII No. 16. UIN Imam Bonjol Padang. ISSN: 2339-207X (print) ISSN: 2614-3798 (online). DOI: https://doi.org/10.15548/khazanah.v0i0.76 P-I (hlm.86-88, di sini disamakan dengan BG-II), P-III (hlm.88-89), P-VII (hlm.89), P-III (hlm.92-93), Pg (hlm.92)
31 Utomo, Bambang Budi (2007). Prasasti-prasasti Sumatra. Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Badan Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.
32 Witasari, Vernika Hapri (2011). Lambang Raja pada Kerajaan Kuna di Kawasan Indonesia Abad XI- XV Masehi: Suatu Rekonstruksi Makna. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. P-I, P-II, P-IV (ditulis bersamaan antara hlm.45-46, 63-64, 122-126). Penjelasan atas makna lambang perlu dibaca dengan seksama.
33 Zoetmulder, Petrus Josephus (1982). Robson, Stuart Owen (ed.). Old Javanese-English Dictionary. Nijhoff. ISBN 9024761786.
  1. P = Pagaruyung/Pagarruyung, KPG = Kapalo Bukit Gombak/Kapalo Boekit Gombak, BG = Bukit Gombak/Boekit Gombak, G = Gudam, Pg = Ponggongan

Templates

[edit]

Wikidata

[edit]

Descriptions

[edit]
  • Bahasa (Indonesia, Minangkabau, English, Betawi)
  • Label
  • Deskripsi
  • Juga dikenal sebagai

Statements

[edit]
  • P31 adalah
    • Q178743 prasasti
    • Q861809 prasasti dwibahasa
  • P571 sejak
  • P18 gambar
  • P138 dinamakan berdasarkan
    • Q13545129 Pagaruyung
    • Q16044576 Bukit Gombak, Baringin, Lima Kaum, Tanah Datar
    • Q16044676 Gudam, Pagaruyung, Tanjung Emas, Tanah Datar
    • Q???????? Ponggongan, Pagaruyung, Tanjung Emas, Tanah Datar
  • P17 negara
    • Q252 Indonesia
  • P131 terletak di daerah administratif
    • Q2772 Sumatera Barat
  • P276 lokasi
    • Q106281910 Kompleks Prasasti Adityawarman
    • Q6093 Tanah Datar
  • P625 koordinat tempat
  • P1435 penetapan warisan
    • Q4246737 cagar budaya di Indonesia
  • P373 kategori di Commons
  • P1705 label dalam bahasa asli atau bahasa resmi
  • P127 dimiliki oleh
  • P170 pencipta
  • P407 bahasa yang digunakan
    • Q31775823 Melayu kuno
    • Q49341 Kawi (Jawa kuno)
    • Q11059 Sanskerta
  • P282 sistem penulisan
    • Q15104320 Pallawa
    • Q1509215 Aksara Nagari
    • Q975802 Aksara Kawi
    • Q135873371 Aksara Sumatra kuno

Identifiers

[edit]
  • P6566 Penanda Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya. Contoh: KB003144
    • KB003136 Prasasti Pagaruyung I
    • KB003137 Prasasti Pagaruyung II
    • KB003138 Prasasti Pagaruyung III
    • KB003139 Prasasti Pagaruyung IV
    • KB003140 Prasasti Pagaruyung V
    • KB003141 Prasasti Pagaruyung VI
    • KB003142 Prasasti Pagaruyung VII
    • KB003143 Prasasti Pagaruyung VIII
    • KB003144 Prasasti Pagaruyung IX
    • KB003984 Prasasti Ponggongan

Categories

[edit]
  • Kategori:Prasasti di Sumatera Barat
  • Kategori:Cagar budaya di Sumatera Barat
  • Kategori:Kerajaan Pagaruyung
  • Kategori:Sejarah Minangkabau
  • Kategori:Lima Kaum, Tanah Datar