Wikimedia Indonesia/Hibah GLAM Indonesia/Pengarsipan Digital untuk Rumah Budaya Banda (Banda Cultural Museum)
Nama kegiatan dan pelaksana
[edit]Pengarsipan Digital untuk Rumah Budaya Banda (Banda Cultural Museum)
- Luna Hapsari & Kris K.
- Jakarta – Banda Naira
Ringkasan kegiatan
[edit]- Apa kegiatan Anda?
- Proyek yang diajukan berupa pengarsipan digital koleksi Rumah Budaya Banda (Banda Cultural Museum) dalam dua bahasa, yang disebarluaskan melalui situs web Yayasan Warisan dan Budaya Banda, Wikimedia Commons, serta jaringan Universitas Banda Naira.
- Proyek akan dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari tim kuratorial museum Rumah Budaya Banda (satu orang kurator dan satu orang peneliti), bekerjasama dengan Yayasan Warisan dan Budaya Banda yang membawahi Rumah Budaya Banda dan Universitas Banda Naira.
- Apa alasan Anda membuat kegiatan ini? Apakah manfaat / dampak kegiatan ini bagi Anda, bagi Wikimedia Indonesi, institusi GLAM dan masyarakat luas?
- Sejak dulu, Kepulauan Banda di Maluku dikenal akan kekayaan sejarah dan alamnya. Pada abad ke-17, Banda merupakan satu-satunya daerah penghasil rempah pala dan salah satu penghasil rempah cengkeh, yang menjadikannya pusat perdagangan rempah dunia dan mengawali praktik kolonialisme yang panjang di Nusantara.
- Mempelajari Banda, artinya mempelajari hubungan kausalitas sekaligus korelasi antara alam dan manusia. Di tengah instabilitas iklim dan politik saat ini, kita dapat belajar dari Banda apa yang terjadi ketika kekayaan alam memicu peperangan dan penjajahan, serta sejauh mana globalisasi dapat mengancam kepulauan yang rentan dan terpencil. Di sisi lain, Banda juga menunjukkan bagaimana kita dapat memvalidasi trauma seraya merayakan resiliensi dan harapan, mengakui keberagaman sambil menghargai kesatuan, serta mengagungkan warisan sejarah sembari tetap melangkah untuk meraih cita-cita masa depan. Berdasarkan uraian tersebut, museum Rumah Budaya Banda memiliki posisi sebagai sarana pembelajaran yang vital di tengah banyaknya narasi tentang Banda di luar sana.
- Pada Mei - Agustus 2025 lalu, tim kuratorial melakukan revitalisasi museum sebagai upaya untuk mempersembahkan narasi yang berperspektif dekolonial, mengedepankan pengetahuan lokal, serta dapat memantik refleksi kritis yang disertai kepekaan historis untuk seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena sumber daya yang terbatas, pengarsipan koleksi museum belum dilaksanakan meskipun sudah sejak awal menjadi target utama kami untuk museum Rumah Budaya Banda. Jika proposal ini terpilih dan pengarsipan dapat terlaksana, berikut adalah manfaat yang akan didapatkan:
- Perawatan artefak membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang belum bisa dipenuhi museum secara sempurna. Pengarsipan digital akan menjadi cara perawatan yang relatif mudah dan terjangkau.
- Menjadi solusi jangka pendek untuk menjaga warisan budaya benda Kepulauan Banda dari kehilangan dan kerusakan
- Menjadi wadah bagi para peneliti/arkeolog/sejarawan/budayawan yang melakukan praktik di/tentang Banda. Banda sering menjadi objek penelitian maupun ekspedisi, namun manfaat dan hasil penelitian tersebut kerap tidak terlihat jejaknya di Banda. Adanya arsip digital dapat mengasah kemampuan masyarakat Banda - terutama dari kalangan akademis - untuk mengolah pengetahuan yang diperoleh secara sistematis.
- Menjadi hub yang mendukung kolaborasi dan membangun jaringan dengan pihak di luar Banda dengan pengarsipan digital yang menggunakan dua bahasa
- Apa yang ingin Anda capai dari kegiatan Anda? Apakah indikator keberhasilan dari proyek ini?
- Pengarsipan digital 200+ artefak warisan budaya benda yang dapat menjadi kontribusi untuk pelestarian budaya dan ilmu pengetahuan
- Arsip digital yang terbuka dan gratis untuk seluruh masyarakat, dapat diakses di situs web serta Wikimedia Commons
- Penyebarluasan dan promosi arsip yang dilakukan secara daring dan luring
- Apa yang membuat Anda layak melaksanakan kegiatan Anda?
- Tim pemohon terdiri dari dua individu yang berpengalaman di bidangnya masing-masing sekaligus sukses berkolaborasi bersama.
- Luna Hapsari adalah seorang kurator dan manajer yang berupaya merespon isu-isu global melalui kerja seni budaya. Praktik kuratorialnya kerap menggunakan perspektif dekolonialisme untuk menggali pengetahuan lokal dan menyoroti isu kesetaraan dan inklusivitas. Pada tahun 2022 - 2024, Luna menjabat sebagai Arts Program Coordinator di British Council. Pada tahun 2025, Luna menguratori pameran ʻSarang Puanʼ, ʻRitus Pasaseʼ (Jakarta), ʻBuka Pintuʼ (Banda Naira), serta terpilih menjadi peserta residensi di Lohjinawi (Yogyakarta) dan M/M Curatorial Summer Camp (Bangkok). Beberapa waktu lalu, Luna singgah selama tiga bulan di Banda Naira untuk menguratori museum Rumah Budaya Banda dan menjadi salah satu pendiri ruang seni berbasis kolektif, Banda Artepelago.
- Kris K. adalah seorang peneliti dan penulis yang berfokus pada isu-isu masyarakat marjinal di berbagai wilayah Indonesia. Sejak tahun 2020, Kris menjadi kepala riset Yayasan Rame-Rame Jakarta dan memimpin berbagai program penelitian yang mengangkat isu kemiskinan, marjinalisasi, informalitas, dan resiliensi di Jakarta. Sebagai peneliti untuk Rumah Budaya Banda, Kris mempelajari sejarah Banda secara mendalam, dan menjadikan Banda bab pertama dari bukunya yang akan segera diterbitkan, berjudul ʻApa itu Indonesiaʼ. Saat ini, Kris juga menjadi penulis serta concept developer untuk Endemic Horizons, sebuah proyek kolaborasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kekayaan rempah-rempah Indonesia, salah satunya pala dari Banda.
Jangka waktu kegiatan
[edit]Periode kegiatan : 1 November 2025 - 30 Maret 2026
| Bulan | Tanggal | Aktivitas |
|---|---|---|
| November 2025 | 01.11.2025 | Pesan kos 1 bulan di Banda Naira untuk tim selama kegiatan luring |
| 15.11.2025 | Pesan tiket PELNI untuk perjalanan Jakarta–Ambon | |
| 15.11–15.12.2025 | Perkembangan teknis pengarsipan (kategori, karakteristik, kodifikasi) | |
| Desember 2025 | 15.12.2025 | Tim berangkat ke Banda |
| 20.12.2025 | Tim tiba di Banda | |
| 20–30.12.2025 | Inventori dan dokumentasi artefak museum | |
| Januari 2026 | 02.01–09.01.2026 | Pengisian data artefak arsip dan pencarian informasi lengkap dari sejarawan Universitas Banda Naira |
| 12.01.2026 | Rapat internal bersama Yayasan Warisan Budaya Banda (Pembina, Pengurus, Pengawas) di Banda Naira untuk melaporkan progres pengarsipan dan mempersiapkan program sosialisasi | |
| 15.01.2026 | Rapat bersama dosen Universitas Banda Naira untuk sosialisasi arsip digital Rumah Budaya Banda serta melengkapi datanya | |
| 15–20.01.2026 | Melengkapi data arsip berbasis data dari Universitas Banda Naira (finishing touches) | |
| 20.01.2026 | Tim pengarsipan berangkat dari Banda menuju ke Jakarta | |
| 25.01.2026 | Tim pengarsipan tiba di Jakarta | |
| 28.01.2026 | Pemuatan arsip digital dimulai, foto dan data artefak diunggah ke situs web | |
| Februari 2026 | 27.02.2026 | Pemuatan arsip digital di situs web selesai |
| Maret 2026 | 02.03.2026 | Kurasi dan upload data khusus untuk Wikimedia Commons dimulai |
| 05.03.2026 | Peluncuran arsip digital di situs web Yayasan Warisan Budaya Banda | |
| 16.03.2026 | Kurasi dan proses pengunggahan data khusus untuk Wikimedia Commons selesai |
Anggaran kegiatan
[edit]| No. | Keterangan | Jumlah | Satuan | Harga Satuan (Rp) | Total (Rp) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Komunikasi | |||||
| Social Media Design | 1 orang | 1 Kali | 500,000 | 500,000 | ||
| Web Developer | 1 orang | 1 Kali | 1,500,000 | 1,500,000 | ||
| Web Hosting | 1 unit | 1 Tahun | 1,100,000 | 1,100,000 | ||
| 2 | Konsumsi | 2 orang | 20 hari | 75,000 | 3,000,000 | |
| 3 | Akomodasi Panitia | 2 orang | 1 bulan | 750,000 | 1,500,000 | |
| 4 | Transportasi | |||||
| Transportasi – Pesawat Jakarta–Ambon | 2 orang | 2 kali | 2,000,000 | 8,000,000 | ||
| Transportasi – Kapal Ambon–Banda | 2 orang | 1 kali | 150,000 | 300,000 | ||
| Transportasi – Pesawat Banda–Ambon | 2 orang | 1 kali | 550,000 | 1,100,000 | ||
| 5 | Honorarium Panitia | 2 orang | 1 paket | 1,500,000 | 3,000,000 | |
| Total | 20.000.000 | |||||
Pengalaman
[edit]Revitalisasi Rumah Budaya Banda (2025)
Proyek ini mengubah museum Rumah Budaya Banda yang awalnya adalah museum koleksi pribadi dari Des Alwi dan Yayasan Warisan dan Budaya Banda menjadi museum yang berorientasi pada pelestarian budaya dan pemajuan pendidikan. Perubahan ini dilakukan dengan konsep ʻnarrative museumʼ, di mana tiap pameran merefleksikan tiap perubahan signifikan yang terjadi di Kepulauan Banda dari masa ke masa. Dekolonialisme digunakan menjadi curatorial framework dan fokus utama diberikan pada masyarakat Banda saat ini, bukan hanya masa lampau. Tata letak, tata ruang, serta media dan teks juga penunjang dibuat lebih interaktif dan ramah pengunjung
KOTANATOMI - Pengarsipan Strategi Informal di Ruang Publik Kota
KOTANATOMI merupakan proyek pengarsipan strategi pelaku usaha informal di ruang publik kota. Pengarsipan dilakukan dengan mendokumentasi lebih dari 40.000 usaha informal dan pembuatan sistem kodifikasi data. Proyek ini menghasilkan framework dan kodifikasi yang dapat diakses secara gratis oleh siapa saja untuk mendukung penelitian mereka. Hasilnya dapat dilihat disini
MASKUMAMBANG - Sebuah Kisah Resiliensi Urban
MASKUMAMBANG adalah sebuah film dokumenter eksperimental yang menceritakan tentang resiliensi masyarakat urban menghadapi banjir melalui inovasi, mitigasi, dan mitologi yang sangat modern. Film ini dibuat oleh tim riset, tim kreatif, bersama dengan masyarakat kampung kota yang sering mengalami banjir. Prosesnya diawali dengan pengarsipan strategi menghadapi banjir dalam 3 kategori yaitu persiapan, respon, dan pemulihan. Sistematisasi pendekatan masyarakat ini membutuhkan penelitian kualitatif yang cukup mendalam selama kurang lebih 6 bulan. Hasilnya bisa dilihat disini
Status
[edit]Permohonan ini DITERIMA dan didanai Wikimedia Indonesia