Wikimedia Indonesia/Hibah GLAM Indonesia/Tembawai Tampun Juah: Menjaga Ingatan, Mengarsipkan Warisan Cerita Lisan dan Artefak Dayak Ibanik-Bidayuhik
Appearance
Nama kegiatan dan pelaksana
[edit]Tembawai Tampun Juah: Menjaga Ingatan, Mengarsipkan Warisan Cerita Lisan dan Artefak Dayak Ibanik-Bidayuhik
- Sadri Rahmad
- Pontianak – Sanggau, Kalimantan Barat
Ringkasan kegiatan
[edit]- Apa kegiatan Anda?
- Kegiatan yang akan dilakukan adalah dokumentasi visual cerita lisan dan artefak budaya Dayak Ibanik dan Bidayuhik yang berkaitan dengan situs Tampun Juah di Kalimantan Barat. Proyek ini difokuskan untuk merekam dan mendigitalisasi pengetahuan kolektif yang masih hiudp di komunitas adat, lalu mengolahnya menjadi arsip digital terbuka yang dapat diakses publik.
- Apa alasan Anda membuat kegiatan ini? Apakah manfaat / dampak kegiatan ini bagi Anda, bagi Wikimedia Indonesi, institusi GLAM dan masyarakat luas?
- Tampun Juah diakui secara luas oleh masyarkaat Dayak Ibanik dan bidayuhik sebagai tanah asal-usul mereka. Dalam tradisi lisan, Tampun Juah bukan hanya tempat bermukim, melaikan juga ruang sakral tempat manusia dahulu hidup berdampingan dengan Urang Panggau (makhluk kayangan) dan Petara (tuhan). Dari sinilah diyakini bermula migrasi awal orang Iban ke berbagai wilayah Borneo, temasuk ke Serawak, Sabah, Brunei, dan seluruh Kalimantan.
- Hingga hari ini, memori Tampun Juah hidup dalam ingatan kolektif. ia hadir dalam leka main (puisi epik iban), nyanyian ritual, pantun adat, dan kisah-kisah lisan tentang tokoh-tokoh budaya seperti Keling, Laja, Kumang, dan Indai Abang. Bahkan setiap tahun, orang Iban dari Malaysia, Brunei, dan Indeonesia datang ke Segumon untuk berziarah budaya pada saat Gawai Dayak. Dengan demikian, Tampun Juah tidak hanya milik komunitas lokal, tetapi menjadi warisan transnasional yang menghubungkan berbagai komunitas Dayak lintas negara.
- Namun, tantangan terbesar adalah ketiadaan artefak fisik besar yang bisa menjadi bukti arkeologis. Yang tersisa hanyalah artefak kecil berupa patung berukir, kayu tangga, gerbang tebelian yang masih dijaga masyarakat Segumon, serta cerita lisan tetua adat yang main tergerus oleh perubahan generasi.
- Kegiatan ini penting untuk dilakukan karena:
- Bagi Komunitas adat. Dokumentasi visual memberi cara baru untuk menjaga memori eluhur dan menyediakannya sebagai bahan pembelajaran bagi generasi muda.
- Bagi Wikimedia Indonesia dan GLAM. Proyek ini menambah koleksi terbuka dari wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang sangat jarang terdokumentasi, memperkaya Commons, Wikisource, dan Wikidata dengan konten budaya asli Kaliamntan.
- Bagi Masyarakat Luas dan Akademisi. Arsip terbuka ini menjadi sumber pengetahuan penting tentnag moral adat, kosmologi, dan sejarah migrasi Dayak yang berpijak pada lisan dan artefak, bukan sekadar teks sekunder.
- Dengan mendigitalisasi cerita lisan dan artefak Tampun Juah, kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk menghubungkan tradisi lisan dengan teknologi arsip digital, memastikan bahwa warisan kolektif Dayak Ibanik dan Bidayuhik dapat diakses dan dipelajari lintas generasi, lintas batas negara, dan lintas disiplin.
- Apa yang ingin Anda capai dari kegiatan Anda? Apakah indikator keberhasilan dari proyek ini?
- Tujuan utama kegiatan ini adalah menyelamatkan, mendokumentasikan, dan membuka akses publik terhadap cerita lisan dan artefak budayak Dayak Ibanik dan Bidayuhik yang berkaitan dengan Tampun Juah melalui dokumnetasi visual dan arsip digital terbuka.
- Indikator keberhasilan yang ingin dicapai secara kuantitatif adalah sebagai berikut:
- Dokumentasi Foto
- Minimal 50 foto digital artefak adat (patung kayu, tangga, gerbang, peratanan tradisional) dan lanskap budaya Segumon.
- Semua foto disunting, diberi metadata, dan diunggah ke Wikimedia Commons.
- Dokumentasi Audio-Visual
- 5 rekaman wawancara dnegan tetua adat dan masyarakat dalam format audio-video berdurasi 10-20 menit per wawancara.
- Termasuk dokumentasi nyayaian adat, pantun, doa, atau ungkapan tradisi jika tersedia.
- Seluruh rekaman diunggah ke Wikimedia Commons.
- Transkrip Narasi Lisan
- Transkrip dari seluruh wawancara (dalam bahasa Indonesia dan catatan istilah lokal).
- Diterbitkan sebagai teks terbuka di Wikisource.
- Metadata Artefak dan Narasi
- Minimal 10 entri metadata untuk artefak, narasi, dan lokasi budaya yang relevan.
- Dimanfaatkan untuk pengayaan data di Wikidata.
- Katalog Digital Terbuka
- 1 Katalog mini dalam bentuk PDF berisi foto-foto pilihan, ringkasan narasi lisan, dan informasi artefak.
- Dapat diakses publik sebagai arsip digital.
- Dengan indikator diatas, keberhasilan proyek dapat diukur secara konkret mulai dari Jumlah foto, rekaman, transkrip, metadata, dan katalog digital yang dihasilkan dan dipublikasikan secara terbuka.
- Apa yang membuat Anda layak melaksanakan kegiatan Anda?
- Saya memiliki pengalman langsung dalam riset, dokumentasi, dan produksi arsip budaya di Kaliamntan Barat, khususnya terkait tradisi lisan dan artefak masyarakat Dayak. Sebelumnya, saya telah menginisiasi proyek “Lunjuk yang Hilang: Jejak Migrasi Suku Mulang dari Tampun Jauh ke Sungai Gandal” (2025) yang berfokus pada pengumpulan narasi lisan dan pengarsipan digital berbasis komunitas. Proyek tersebut memperlihatkan kemampuan saya dalam menggabungkan metode etnografi visual, wawancara naratif, dan dokumentasi multimedia untuk menghasilkan karya yang bisa diakses luas.
- Selain itu, saya aktif di kolektif Seni Rupa Emehdeyeh di Kalimantan Barat, yang berfokus pada penciptaan karya interdisipliner dan pengarsipan seni. Bersama kolektif ini, saya pernah mengikuti program Garing Workshop, di mana kami menghasilkan seni pertunjukan media baru berjudul “Ririang”, yang diangkat dari cerita rakyat Dayak Taman di Kapuas Hulu. Pada tahun 2024, saya juga mendapatkan fasilitas Bantuan Pemajuan Kebudayaan dan membuat kegiatan “Seminar Memori Tradisi : Meretas Batas dalam Seni Kontemporer Kalimantan Barat”.
- Rekam jejak saya juga mencakup keterlibatan dalam kajian Khazanah Arsitektur Dayak melalui program Danaindonesiana 2023, serta partisipasi aktif dalam berbagai pameran seni yang diselengarakan oleh kolektif Emehdeyeh. Jaringan ini memperkuat kapasistas saya untuk bekerja lintas disiplin dan lintas komunitas dalam konteks pelestarian budaya.
- Dari sisi teknis, saya memiliki keterampilan dalam fotografi, videografi, penyuntingan media, serta penyusunan metadata sederhana untuk arsip digital. Kemampuan ini memastikan bahwa hasil dokumentasi tidak hanya terkumpul, tetapi juga dapat diolah sesuai standar terbuka agar bisa diunggah ke platform Wikimedia Commons, Wikisource, dan Wikidata.
- Dengan kombinasi pengalaman riset lapangan, keterlibatan aktif dalam ekosistem seni-budaya, jejaring komunitas adat, serta kapasistas teknis dokumentasi, saya memiliki kompetensi dan komitmen penuh untuk menyelesaikan kegiatan ini secara tuntas, tepat waktu, dan sesuai dengan tujuan hibah GLAM Indonesia 2025.
Jangka waktu kegiatan
[edit]Periode kegiatan : 1 November 2025 - 30 Januari 2026
| Bulan | Tanggal | Aktivitas |
|---|---|---|
| November 2025 | 1-7 November | Rapat dan Koordinasi dengan komunitas adat Segumon, izin dan identifikasi narasumber, inventarisasi artefak, penyusunan instrumen wawancara dan format metadata, persiapan peralatan dokumentasi. |
| 15-17 November | Wawancara dengan 5 tetua adat dan masyarakat adat (audio-video), perekaman tradisi lisan (pantun, doa, nyayian), dokumentasi foto artefak dan lanskap budaya, pencatatan metadata artefak. | |
| Desember 2025 | 20 November - 20 Desember 2025 | 1 Bulan Pengolahan Data Penyuntingan foto, audio, dan video, transkripsi wawancara dan tradisi lisan, penyusunan draf katalog mini (PDF, Lisensi terbuka Creative Commons BY-SA). |
| Januari 2026 | 5-12 Januari | Publikasi dan arsip digital: Unggah foto dan video ke Wikimedia Commons, publikasi transkrip ke Wikisources, entri metadata ke Wikidata, finalisasi katalog mini digital. |
| 13 - 26 Januari | Penyusunan Laporan Akhir: Penyusunan lapaoran kegiatan, capaian kuantitatif, dokumentasi hasil, dan penyerahaan laporan ke Wikimedia Indonesia. |
Anggaran kegiatan
[edit]| No. | Keterangan | Jumlah | Satuan | Jumlah | Satuan | Harga Satuan | Total | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Rapat persiapan dan koordinasi | |||||||
| Konsumsi | 4 | orang | 1 | kali | 65.000 | 260.000 | ||
| Penggunaan tempat | 1 | ruangan | 1 | hari | 400.000 | 400.000 | ||
| 2 | Dokumentasi lapangan | |||||||
| Konsumsi panitia | 4 | Orang | 6 | Kali | 65.000 | 1.560.000 | ||
| Transportasi Luar Kota | 5 | Orang | 1 | Kegiatan | 380.000 | 1.900.000 | ||
| Sewa Mobil | 1 | Unit | 3 | Hari | 868.000 | 2.604.000 | ||
| Biaya Penginapan | 2 | Kamar | 3 | Hari | 538.000 | 3.228.000 | ||
| Konsumsi Fasilitator Lokal | 1 | Orang | 3 | Kali | 65.000 | 195.000 | ||
| Konsumsi Narasumber | 5 | Orang | 3 | Kali | 65.000 | 975.000 | ||
| 3 | Alat dan perlengkapan produksi | |||||||
| Sewa Mic Recorder | 2 | Unit | 3 | Hari | 125.000 | 750.000 | ||
| Sewa Kamera Sony A7s Mark III | 1 | Unit | 3 | Hari | 350.000 | 1.050.000 | ||
| Sewa Lensa Sigma 20mm f/1.4 DG HSM Art (EF Mount) | 1 | Unit | 3 | Hari | 150.000 | 450.000 | ||
| Sewa Lensa Sony FE 85mm f/1.8 | 1 | Unit | 3 | Hari | 100.000 | 300.000 | ||
| Sewa SanDisk Extreme Pro | 2 | Unit | 3 | Hari | 30.000 | 180.000 | ||
| 4 | Honorium Teknis dan Narasumber | |||||||
| Narasumber | 5 | Orang | 1 | Kegaitan | 800.000 | 4.000.000 | ||
| Fasilitator Lokal | 1 | Orang | 1 | Kegiatan | 500.000 | 500.000 | ||
| 5 | Komunikasi | 5 | Orang | 1 | Bulan | 150.000 | 750.000 | |
| 6 | ATK | 1 | Paket | 1 | Kegiatan | 200.000 | 200.000 | |
| 7 | Dana tak terduga | 1 | Paket | 1 | Kegaitan | 500.000 | 500.000 | |
| Total | 19.802.000 | |||||||
Pengalaman
[edit]- Seminar Memori Tradis : Meretas Batas Seni Kontemporer Kalimantan Barat | Pranala 1 | Pranala 2
- Garing Workshop : Seni Media Baru “RIRANG” | Pranala 1 | Pranala 2
- Khazanah Arsitektur Dayak
Status
[edit]Permohonan ini DITERIMA dan didanai Wikimedia Indonesia