Wikimedia Indonesia/Hibah Mini GLAM Indonesia 2024/Penelusuran dan Digitalisasi Arsip Perjalanan ICOM Indonesia/Laporan
Appearance
Nama kegiatan dan pelaksana
[edit]Penelusuran dan Digitalisasi Arsip Perjalanan ICOM Indonesia
- Faizzatus Sa’diyah (Penanggung jawab)
- Syefri Luwis,
- Dina Serevina Sinaga
- Jakarta
Pranala terkait
[edit]Pranala proposal: Penelusuran dan Digitalisasi Arsip Perjalanan ICOM Indonesia
Kegiatan
[edit]- Apa kegiatan yang Anda lakukan dan bagaimana jalannya kegiatan ini?
- Kami melakukan penelusuran, pengumpulan, dan digitalisasi arsip sejarah mengenai perjalanan ICOM Indonesia dari masa ke masa.
- Kegiatan ini berlangsung di dua kota utama: Jakarta (mengakses arsip pribadi keluarga almarhum Moh. Amir Sutaarga dan koleksi Pak Nunus Supardi) dan Paris (mengakses arsip di depot ICOM pusat).
- Arsip yang ditemukan berupa foto, dokumen, jurnal dan terbitan lama, yang kemudian dipindai dan diolah menggunakan teknologi OCR (Optical Character Recognition) untuk pengenalan teks secara digital.
- Data yang berhasil dikumpulkan kemudian dikaji dan dikembangkan menjadi sebuah buku sejarah ICOM Indonesia yang kemudian diadaptasi menjadi pameran publik.
- Hal-hal baik apa saja yang terjadi selama proses pengerjaan kegiatan ini?
- Banyak arsip penting berhasil ditemukan yang sebelumnya belum pernah terdokumentasikan secara sistematis.
- Kami menerima dukungan baik dari pihak keluarga tokoh sejarah, seperti keluarga Moh. Amir Sutaarga, yang membuka akses terhadap dokumen pribadi.
- Kolaborasi informal dengan staf ICOM di Paris juga memperlancar proses pencarian arsip di luar negeri.
- Terjadi peningkatan pemahaman tim terhadap sejarah museum Indonesia, serta berkembangnya jejaring dengan pelaku museum nasional maupun internasional.
- Apa saja kendala yang Anda temui dan bagaimana Anda mengatasinya?
- Akses terhadap arsip di luar negeri tidak selalu mudah; beberapa dokumen membutuhkan izin khusus atau proses birokrasi yang memakan waktu.
- Selain izin khusus, beberapa arsip atau dokumen juga masih bersifat tertutup, karenanya, kami hanya bisa mencatat dan membacanya saja, dan tidak bisa membagikan dokumen tersebut, sehingga dokumen tersebut hanya bisa dimiliki oleh tim peneliti saja.
- Diatasi dengan membangun komunikasi personal dan menunjukkan kredibilitas proyek melalui dokumentasi resmi dan rekomendasi.
- Beberapa arsip dalam kondisi fisik yang rapuh atau tidak lengkap.
- Kami melakukan pemindaian dengan hati-hati dan melakukan verifikasi silang dengan sumber lain untuk melengkapi narasi.
- OCR belum sepenuhnya akurat, terutama untuk dokumen tua dengan tulisan tangan atau ejaan lama.
- Solusinya adalah kurasi manual dengan membaca ulang dan mengedit hasil pengenalan teks.
- Refleksi dan evaluasi setelah melakukan kegiatan ini?
- Kami menyadari bahwa dokumentasi sejarah museum di Indonesia masih sangat minim dan tersebar, sehingga kegiatan seperti ini penting untuk direplikasi.
- Proyek ini mendokumentasikan perjalanan, dinamika, dan transformasi ICOM Indonesia dengan harapan agar kontribusinya dalam perkembangan permuseuman nasional dan internasional tercatat secara utuh dan dapat diakses lintas generasi.
- Proyek ini memberi pengalaman berharga dalam mengelola arsip sejarah dan menyadarkan pentingnya pengarsipan terbuka untuk publik dan generasi mendatang.
- Proses lintas negara dan generasi dalam proyek ini juga memperlihatkan bahwa sejarah permuseuman Indonesia adalah bagian dari jaringan global yang perlu dipahami secara kontekstual.
- Proyek ini juga membuka jalan bagi kami untuk bertemu dengan pelaku-pelaku sejarah dari berbagai generasi yang masih hidup. Karenanya, dalam beberapa kejadian, proyek ini bisa disebut juga proyek yang bersaing dengan waktu.
- Apa dan bagaimana hasil dari proyek ini? Apakah sasaran tercapai?
- Sasaran dari proyek ini yakni berupa keluaran berbentuk dokumentasi tentang perjalanan ICOM Indonesia dari masa ke masa yang lengkap, terstruktur, dan komprehensif.
- Dokumentasi berupa buku berjudul “ICOM Indonesia: Dari Masa ke Masa” berhasil terwujud dan dipublikasikan secara terbuka di laman Wiki Commons. Dengan bantuan dan bantuan validasi data dari para narasumber serta senior ICOM Indonesia, proyek ini dapat berjalan lancar. Meskipun jauh dari sempurna, buku ini berhasil menjadi bahan dasar untuk memperkuat peran ICOM Indonesia khususnya keberhasilan dalam mewujudkan pameran temporer dalam rangka Hari Internasional Museum 2025 yang berlangsung di Museum Nasional Indonesia pada 18 Mei – 31 Mei 2025.
- Adakah saran untuk kegiatan Hibah Mini GLAM Indonesia selanjutnya?
- Dukungan terhadap proyek berbasis riset arsip ditingkatkan, karena banyak warisan sejarah yang masih belum terdokumentasikan secara digital.
- Diberikan fasilitas pelatihan singkat untuk pengolahan arsip digital dan penggunaan teknologi seperti OCR.
- Diperluas bentuk dukungan, misalnya untuk penyusunan platform daring hasil digitalisasi agar lebih mudah diakses publik.
- Kerja sama dengan Pemerintah seperti, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), sehingga arsip-arsip yang telah dipindai dan digitalisasi, bisa diserahkan dan disimpan di ANRI, dan menjadikan arsip-arsip tersebut juga menjadi bagian dari kekayaan khazanah arsip Indonesia yang ada di ANRI.
- Adakah hal-hal lain yang ingin Anda ceritakan?
- Proyek ini menjadi pengalaman emosional dan intelektual yang dalam, terutama karena kami bersentuhan langsung dengan dokumen pribadi tokoh-tokoh penting dalam sejarah permuseuman Indonesia.
- Pengalaman emosional dan intelektual tersebut juga terjadi karena kami mewawancarai langsung para tokoh penting dalam sejarah permuseuman Indonesia yang masih hidup, sehingga kami bisa merasakan semangat mereka dalam mengembangkan permuseuman di Indonesia
- Kami melihat bahwa arsip bukan hanya kumpulan data, tetapi juga jejak perjuangan dan visi kebudayaan Indonesia, yang harus dijaga dan dikenalkan kepada publik.
- Kami berharap hasil proyek ini menjadi langkah awal dokumentasi sejarah ICOM Indonesia secara lebih luas dan berkelanjutan.
- Ternyata, penelitian kami ini, menjadi basis data untuk pameran International Museum Day, tanggal 18-31 Mei 2025 di Museum Nasional, Jakarta. Hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Meski pun, hal ini juga sedikit memperpanjang waktu penulisan kami karena untuk kebutuhan pameran tersebut.
- Dengan adanya penelitian dan pameran tersebut, Bapak Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan, menyatakan dukungan penuhnya akan ICOM Indonesia. Ia bahkan memberi catatan untuk mengirimkan delegasi khusus ke Dubai dalam rangka General Conference ICOM yang ke 27.
Lini masa pelaksanaan
[edit]| No | Kegiatan | Waktu | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | Mulai riset dengan pengumpulan data melalui arsip, respondensi dan wawancara narasumber, serta penyebaran kuesioner online | Oktober 2024-April 2025 | Fokus pada dokumen sejarah ICOM Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri |
| 2 | Digitalisasi dan kurasi arsip | Januari-April 2025 | Termasuk pemindaian dan penyusunan narasi |
| 3 | Penyusunan buku dan persiapan pameran “ICOM Indonesia: Transformasi Lintas Masa, Lintas Dunia” | Januari – Mei 2025 | Laporan tertunda sebagian karena pengalihan materi untuk pameran |
| 4 | Pelaksanaan pameran “ICOM Indonesia: Transformasi Lintas Masa, Lintas Dunia” dalam rangka International Museum Day di Museum Nasional, Jakarta | 18–31 Mei 2025 | Pameran publik berbasis hasil riset proyek |
| 5 | Pelaporan kegiatan | Mei-Juni 2025 | Penyusunan laporan akhir kegiatan proyek |
Penggunaan dana
[edit]| No. | Keterangan | Kode Nota | Tanggal Transaksi | Nominal | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|
| Dukungan teknis | |||||
| 1 | Biaya pembelian langganan zoom bulan Januari | 1.a | 8 Januari 2025 | Rp172.324 | |
| 2 | Biaya pembelian langganan zoom bulan Februari | 1.b | 8 Februari 2025 | Rp172.324 | |
| 3 | Biaya pembelian langganan zoom bulan Maret | 1.c | 8 Maret 2025 | Rp172.324 | |
| Konsumsi | |||||
| 1 | Bingkisan kunjungan narsum 1 (Nunus Supardi) | 2.a | 8 Februari 2025 | Rp332.500 | |
| 2 | Bingkisan kunjungan narsum 2 (Luthfi Asiarto) | 2.b | 12 Januari 2025 | Rp72.500 | |
| 3 | Bingkisan kunjungan narsum 3 (Ami Sutaarga) | 2.c | 18 April 2025 | Rp96.700 | |
| 4 | Meeting 12 Desember 2024 Faiz Dina | 2.d | 12 Desember 2024 | Rp45.000 | 2 orang |
| 5 | Meeting 08 Februari 2025 Faiz Dina | 2.e | 08 Februari 2025 | Rp86.900 | 2 orang |
| 6 | Meeting 17 April 2025 (Persiapan Pameran) Faiz Syefri Dina Najah Bu Nusi | 2.f | 17 April 2025 | Rp288.000 | 5 orang |
| 7 | Meeting 28 April 2025 (Persiapan Pameran) Faiz Syefri Dina Najah Bu Nusi | 2.g | 28 April 2025 | Rp280.000 | 5 orang |
| 8 | Meeting 9 Mei 2025 (Persiapan Pameran) - Faiz Syefri Dina Najah Bu Nusi | 2.h | 9 Mei 2025 | Rp303.000 | 5 orang, pagu maksimal 60.000 per orang. Nominal yang diakui: Rp300.000 |
| Transportasi | |||||
| 1 | Sewa mobil 14 Januari 2025 | 3.a | 14 Januari 2025 | Rp850.000 | |
| 2 | Sewa mobil 8 Februari 2025 | 3.b | 8 Februari 2025 | Rp850.000 | |
| 3 | Sewa mobil 18 April 2025 | 3.c | 18 April 2025 | Rp850.000 | |
| 4 | Bensin 14 Januari 2025 | 3.d | 14 Januari 2025 | Rp516.800 | |
| 5 | Bensin 8 Februari 2025 | 3.e | 8 Februari 2025 | Rp516.800 | |
| 6 | Bensin 18 April 2025 | 3.f | 18 April 2025 | Rp516.800 | |
| Editing dan cetak buku | |||||
| 1 | Jasa editing, layouting, dan cetak buku | 4.a | 5 Juni 2025 | Rp4.250.000 | |
| Sewa alat | |||||
| 1 | Sewa kamera dan tripod | 5.a | 5 Juni 2025 | Rp4.520.000 | |
| Total pengeluaran | Rp14.891.973 | ||||
| Pengeluaran diakui WMID | Rp14.888.973 | Selisih dengan pengeluaran aktual: Rp3.000 | |||
| Anggaran di proposal | Rp14.890.000 | ||||
| Sisa anggaran | Rp1.027 | Penerima hibah telah mengembalikan sisa anggaran | |||
Status
[edit]- Laporan berstatus DITERIMA
- Bukti belanja berstatus LENGKAP.
- Kegiatan berstatus SELESAI.